Organisasi dan Leadership

The Servant Leader

Robert P. Neuschel – The Servant Leader

  • Fondasi Kepemimpinan : Karakter dan Kepribadian

Pemimpin memerlukan kekuatan karakter yang solid. Pilihan akan sulit, godaan banyak. Pembuatan Keputusan sulit lebih membutuhkan kepribadaian dan penilaian daripada kecerdasan.

Citra pemimpin bukan pada tampilan luar dirinya, melainkan lebih merupakan seluruh system nilai yang ditunjukkan terus menerus. Ketika manifestasi ini jelas dan konsisten serta merefleksikan suatu karakter integritas pribadi, citra ini menjadi instrument yang efektif. Integritas mengindikasikan bahwa seseorang telah terus menerus mengembangkan suatu klarifikasi system nila, sikap dan tujuan yang konsisten.

  • Hubungan antara kepemimpinan dan kepatuhan pengikut

Kepemimpinan dan kepatuhan pengikut membentuk kontinum. Kepatuhan pengikut menetapkan pola kepemimpinan. Pemimpin tidak dapat mencurangi sekaligus mendapatkan kepercayaan dari bawahan. Gaya keptuhan pemimpin itu sendiri menjadi contoh untuk ditiru bawahannya.

  • Mempelajari Tugas Manajer/Pemimpin

Usaha untuk memahami manusia harus mendomniasi pemikiran dan tindakan pemimpin. Pemimpin bukan ahli statistic atau ahli teknik, melainkan lebih meruapakan pemimpin manusia didunia homo sapiens.

  • Menetapkan Tingkat Harapan yang Menuntut

Selama lebih dari 40 tahun berkerja dengan organisasi di enam benua, saya mendapati bahwa disemua organisasi yang sukses ada tuntutan sulit yang dibebankan pada manajer mereka. Dampak Pygmalion membuat orang cenderung bekerja hingga tingkat tertinggi.

  • Pentingnya Manajemen Diri bagi Pemimpin

Pemimpin memerlukan energy fisik, spiritual dan psikis dalam jumlah banyak. Frsutasi, ketidakpuasan, dan “rintangan” akan menguras energy. Tekanan untuk bersaing, membuat perubahan, menghadapi tuntutan baru akan melelahkan secara fisik dan emosional hal itu akan megnuras energy dan ada kebutuhan untuk memperbaharui secara berkelanjutan sumber energy pemimpin.

Pemimpin yang efektif dewasa secara mental dan emosi. Ia matang obyektif dan bersifat hati-hati. Pemimpin seperti itu tidak boleh arogan dan tergantung suasana hati serta menyesuaikan dengan kehidupan secara realistis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s