Aging

Case Management (Part.1)

Dengan perkembangan berbagai jenis layanan dan metode yang disediakan oleh pekerja social dan lembaga-lembaga social, manajemen kasus tidak lagi menjadi sebuah bagian dari sebuah pelayanan yang asing namun menjadi sebuah pelayanan yang independen atau dapat dikatakan sebagai layanan utama.

Manajemen Kasus merupakan sebuah metode pelayanan yang didesain oleh pekerja social secara professional melalui sebuah program yang komprehensif dalam membantu para klien menyelesaikan permasalahannya dan memenuhi kebutuhan para klien dengan jalan menghubungkan dan mengaitkan klien dengan sumber-sumber layanan.

Definisi lainnya mengenai manajemen kasus adalah suatu proses penyelesaian masalah yang sistematis yang memampukan dan memfasilitasi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. (Frankel, Arthur J & Gelman, Sheldon R, 2004).  Suatu mekanisme untuk memastikan adanya program yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan individual dengan mengkoordinasikan dan menghubungkan komponen-komponen sistem penyediaan layanan, National Association of Social Workers (1984)

Dari beberapa pengertian di atas, terdapat dua fungsi manajemen kasus yang perlu digaris bawahi yakni :

(1)     Menyediakan saran, konseling, dan terapi bagi para klien yang khusus ditujukan untuk diri klien (pelayanan langsung/direct service).

(2)     Menghubungkan para klien dengan pelayanan yang dibutuhkan dan komponen pelayanan serta jaringan penyedia pelayanan formal dan informal (pelayanan tidak langsung/indirect service).

Fungsi manajamen kasus tersebut timbul mengingat bahwa permasalahan yang dihadapi klien tidak hanya disebabkan satu factor saja. Jika dibuat struktur atau bagan alur permasalahan, sering kita temui permasalahan klien disebabkan oleh berbagai factor dan mengakibatkan masalah yang berbagai macam bentuknya. Penanganan yang tepat dan sesuai tentu membutuhkan keanekaragaman pihak untuk terlibat baik secara mikro dan makro karena berkaitan dengan individu maupun anggota masyarakat lainnya dalam komunitas.

Dalam manajemen kasus, pekerja social yang bertanggung jawab terhadap klien dikenal sebagi manajer kasus, yang bertugas bertanggung jawab secara penuh agar klien mendapatkan kebutuhannya melalui tahapan-tahapan pelaksanaan manajemen kasus. tahapan

Dalam praktiknya manajemen kasus terdiri dari beberapa langkah, yakni :

1)       Penjangkauan dan identifikasi Klien.

2)       Melakukan asesmen terhadap klien dan keluarganya.

3)       Perencanaan dan mengidentifikasi system sumber (komponen pelayanan).

4)       Menghubungkan klien dengan system sumber yang dibutuhkan klien.

5)       Implementasi pelayanan dan koordinasi.

6)       Monitoring pemberian pelayanan.

7)       Advokasi atas pelayanan yang diberikan.

8)       Evaluasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s