Aging

Ciri Profesi Pekerjaan Sosial (Bag.1)

Dibawah ini adalah karakteristik profesi pekerja social berdasarkan buku Introduction Social Work, Rex A Skidmore; Miltong Thackeray; O William Farley. Bukunya termasuk buku lama, edisi yang saya pegang edisi yang terbit tahun 1994. Meskipun dengan perkembangan profesi pekerja social yang sudah pesat saat ini – khususnya diluar Indonesia – buku ini masih relevan sebagai buku untuk memperkenalkan profesi pekerja social kepada setiap orang yang memandang profesi pekerja social dengan sebelah mata atau orang yang sedang atau sudah mencoba mempelajari profesi pekerja social namun masih belum memahami inti profesi ini.

  1. Fokus dari pekerjaan social adalah totalitas individu meliputi individu, factor lingkungan dan tingkah laku. Pekerjaan social menekankan kepada totalitas orang dengan totalitas lingkungannya.
  2. Menekankan kepada pentingnya factor pembentuk keluarga dan mempengaruhi tingkah laku.
  3. Pentingnya pemanfaatan sumber daya dalam masyarakat dalam membantu orang-orang untuk menyelesaikan masalah mereka.
  4. Melaksanakan proses Pengawasan (supervisory)  sebagai panduan dan arah kepada pekerja social yang belum berpengalaman dalam rangka peningkatan kemampuan keterampilan baik dalam akademik maupun praktik.
  5. Pekerjaan social memiliki program pendidikan yang unik yang meliputi dalam kelas dan praktik lapangan .
  6. Pekerjaan social dalam konteks tradisional menekankan pada tiga proses dasar pertolongan : casework, group work, community organization. Case work meliputi pendekatan personal, interaksi face to face (terutama yang berbasis hubungan invidu-individu). Group work memanfaatkan kelompok sebagai alat untuk membawa perubahan yang diinginkan dalam keberfungsian social individu yang bermasalah. Community organization adalah pendekatan inter-kelompok yang digunakan dalam menyelesaikan patologi social (masalah social yang lebih luas dalam masyarakat).
  7. Beberapa pekerja social praktisi ada yang memandang hanya satu proses saja dalam profesi ini yakni problem solving dalam kaitannya dengan interaksi social.
  8. Pekerjaan social memiliki lembaga professional , seperti Council on Social Work Education (CSWE), National Association of Social Work (NASW), atau seperti di Indonesia, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI).
  9. Interaksi social adalah kunci dari proses pertolongan pekerjaan social/profesi pekerja social. Pekerja social mencoba sebaik mungkin agar klien mampu untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya dengan berbagi pengetahuan dan pertolongan dengan saling memahami dan menerima dalam hubungan emosional yang mendukung.
  10. Berorientasi pada konsep jiwa dalam memahami invidu.
  11. Kata social dalam pekerjaan social menekankan kepada interaksi social dan resultan dari keberfungsian social dan ketidak berfungsian social.
  12. Masalah social dan tingkah laku manusia merupakan sebuah derajad yang diperhitungkan dalam institusi social atau lembaga social.
  13. Pertolongan dasar pekerja social adalah membantu klien atau masyarakat agar dapat menolong diri mereka sendiri. Pekerja social berusaha keras membantu orang untuk meningkatkan pemahaman terhadap diri mereka dan interaksi mereka dengan individu lainnya, dan membuka sumbat yang mereka (invidu dan masyarakat) miliki dalam menyelesaikan masalah.
  14. Secara singkat klien pekerja social dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni : pribadi (invidu), kelompok (keluarga dan kelompok social lainnya), dan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s